Memanusiakan Penyandang Tuna Ganda

Dalam doa pagi, para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Ganda Helen Keller Indonesia di Yogyakarta memohon kepada yang Kuasa agar mendapat berkat dalam menjalani hari. Setelah itu mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing di kelas. Ada yang belajar mengetik, menulis, atau latihan psikomotorik. Itulah aktivitas sehari-hari di sekolah ini ketika SCTV mengunjungi sekolah tersebut, baru-baru ini.

Sejak 1938 silam, para biarawati putri Maria Yosef membina mereka yang lemah, miskin, serta tersingkir, terutama pendidikan penyandang cacat. Kini di Yogyakarta, mereka berkarya bagi para penyandang tuna ganda. “Kita ingin memanusiakan manusia itu,” kata Wahyu Triningsih, Kepala Yayasan Dena Upakara.

Memang tak mudah menanganinya. Dibutuhkan kesabaran khusus melatih dalam keterbatasan mereka. Apalagi, sebagian dari mereka terlambat disekolahkan. Meski begitu, keterbatasan bukan halangan untuk memperbaiki nasib para penyandang cacat. “Kemampuan mereka lebih besar dari manusia normal,” ucap Yovita Pratiwi, Wakil Kepsek SLB/G Helen Keller Yogyakarta.

Bahkan para suster yang didampingi sejumlah guru di SLB Helen Keller juga memberikan bekal untuk masa depan mereka, seperti  membuat telur asin. Tujuannya, agar mereka dapat berkarya di masyarakat setelah lulus nanti. Apapun kondisinya, Tuhan telah memberi talenta kepada mereka yang harus dikembangkan dan diberi kesempatan.(BOG)

Sumber  : Liputan 6.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: