Prestasi Pecatur Tuna Netra

Buta bukan menjadi penghalang untuk berprestasi. Sebut saja, Suryanto, pecatur tuna netra nasional. Dia menduduki peringkat pertama catur tuna netra regional dan 16 dunia. Sabtu (29/3), Suryanto hadir dalam Turnamen Catur Piala Gubernur DKI Jakarta. Pria buta ini berharap Departemen Sosial lebih peduli pada nasib mereka. Antara lain dengan memberikan kemudahan fasilitas latihan bagi pecatur tuna netra.

Turnamen Catur Piala Gubernur DKI Jakarta ini diikuti 64 peserta. Setelah melalui seleksi dengan sistem gugur selama tiga hari kemudian, empat pecatur lolos dalam pertarungan yang digelar Sabtu siang. Mereka adalah Matias Mangara dari Papua, Parnis dan Agus Sutisna dari Jakarta, serta Toni budi Santoso dari Bekasi, Jawa Barat. Sedianya, mereka akan diikutsertakan dalam turnamen international penyandang cacat netra di Jakarta, Desember mendatang.

Berbeda dengan papan catur pada umumnya, papan catur untuk tuna netra memiliki permukaan yang tak rata. Kotak warna hitam dan putih di permukaan papan memiliki lubang untuk menancapkan pion-pion catur. Agar tak rubuh, bagian bawah pion di pasang paku.

Catur bukan satu-satunya olah raga yang dipertandingkan khusus bagi tuna netra. Tengok saja, pertandingan sepak bola tuna netra yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-57 RI, Agustus tahun silam. Dalam pertandingan antarpenyandang cacat netra yang diselenggarakan Yayasan Lembaga Dharma dan Keuskupan Agung Jakarta ini, kesebelasan Sekolah Luar Biasa Pasundan berhasil mengalahkan Tim Oktaf Jakarta dengan skor 2-1.

Sumber  : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: