Makanan yang Tepat untuk Anak Autis

Berbagai diet sering direkomendasikan untuk anak dengan gangguan autisme. Pada umumnya, orangtua mulai dengan diet tanpa gluten dan kasein, yang berarti menghindari makanan dan minuman yang mengandung gluten dan kasein.

Gluten adalah protein yang secara alami terdapat dalam keluarga “rumput” seperti gandung/terigu, havermuth/oat, dan barley. Gluten memberi kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu dan tepung bahan sejenis, sedangkan kasein adalah protein susu. Pada orang sehat, mengonsumsi gluten dan kasein tidak akan menyebabkan masalah yang serius/memicu timbulnya gejala. Pada umumnya, diet ini tidak sulit dilaksanakan karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi yang tidak mengandung gluten. Beberapa contoh resep masakan yang terdapat pada situs Autis.info ini diutamakan pada menu diet tanpa gluten dan tanpa kasein. Bila anak ternyata ada gangguan lain, maka tinggal menyesuaikan resep masakan tersebut dengan mengganti bahan makanan yang dianjurkan. Perbaikan/penurunan gejala autisme dengan diet khusus biasanya dapat dilihat dalam waktu antara 1-3 minggu. Apabila setelah beberapa bulan menjalankan diet tersebut tidak ada kemajuan, berarti diet tersebut tidak cocok dan anak dapat diberi makanan seperti sebelumnya.

Makanan yang harus dihindari adalah :

  • Makanan yang mengandung gluten, yaitu makann yang dibuat dari terigu, havermuth dan oat misalnya roti, mie, cake, biskuit, kue kering, pizza, macaroni, spagethi dan lain – lain yang dibuat dari terigu.
  • Produk – produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, berbagai macam saus, serta lada bubuk.
  • Makanan sumber kasein yaitu susu atau hasil olahan lain misalnya es krim, keju, mentega, yogurt dan makanan yang mengandung susu.
  • Daging, ikan, ayam yang diawetkan atau diolah seperti sosis, kornet, nugget, sarden, hotdog, daging asap dan sebagainya.
  • Buah dan sayur yang diawetkan dalam kaleng atau yang dikeringkan seperti kismis.

Makanan yang dianjurkan adalah :

  • Makanan sumber karbohidrat yang tidak mengandung gluten, misalnya beras, singkong, ubi, jagung, tepung beras, tapioca, maizena, bihun, soun.
  • Makanan sumber protein tetapi tidak mengandung kasein, misalnya susu kedelai, daging dan ikan segar (tanpa diawetkan), unggas, telur, kacang hijau, kacang merah, udang, cumi, kacang mede, dan kacang – kacangan lainnya.
  • Sayuran segar seperti bayam, brokoli, labu siam, kangkung, wortel, timun, tomat.
  • Buah – buahan segar seperti apel, anggur, papaya, mangga, jambu, pisang, jeruk dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: