Archive for Maret, 2010

Latihan untuk Anak Retardasi Mental

Pengobatan atau latihan anak yang menderita Retardasi Mental dapat kita lakukan sebagai berikut :

Latihan dan Pendidikan
Pendidikan anak dengan retardasi mental secara umum ialah:
1. Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada.
2. Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial.
3. Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.

Latihan diberikan secara kronologis dan meliputi :
1. Latihan di rumah: pelajaran-pelajaran mengenai makan sendiri, berpakaian sendiri, kebersihan badan.
2. Latihan di  sekolah: yang penting dalam hal ini ialah perkembangan sosial.
3. Latihan teknis: diberikan sesuai dengan minat, jenis kelamin dan kedudukan sosial.
4. Latihan moral: dari kecil anak harus diberitahukan apa yang baik dan apa yang tidak baik. Agar ia mengerti maka tiap-tiap pelanggaran disiplin perlu disertai dengan hukuman dan tiap perbuatan yang baik perlu disertai hadiah.

Iklan

Leave a comment »

Pencegahan Retardasi Mental

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya RM:

• Genetik

Penyaringan prenatal (sebelum lahir) untuk kelainan genetik dan konsultasi genetik untuk keluarga-keluarga yang memiliki resiko dapat mengurangi angka kejadian RM yang penyebabnya adalah faktor genetik.

• Sosial

Program sosial pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan menyelenggarakan pendidikan yang baik dapat mengurangi angka kejadian RM ringan akibat kemiskinan dan status ekonomi yang rendah.

• Keracunan

Program lingkungan untuk mengurangi timah hitam dan merkuri serta racun lainnya akan mengurangi RM akibat keracunan. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan efek dari pemakaian alkohol dan obat-obatan selama kehamilan dapat mengurangi angka kejadian RM.

• Infeksi

Pencegahan rubella kongenitalis merupakan contoh yang baik dari program yang berhasil untuk mencegah salah satu bentuk RM. Kewaspadaan yang konstan (misalnya yang berhubungan dengan kucing, toksoplasmosis dan kehamilan), membantu mengurangi RM akibat toksoplasmosis.

Leave a comment »

Makanan yang Tepat untuk Anak Autis

Berbagai diet sering direkomendasikan untuk anak dengan gangguan autisme. Pada umumnya, orangtua mulai dengan diet tanpa gluten dan kasein, yang berarti menghindari makanan dan minuman yang mengandung gluten dan kasein.

Gluten adalah protein yang secara alami terdapat dalam keluarga “rumput” seperti gandung/terigu, havermuth/oat, dan barley. Gluten memberi kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu dan tepung bahan sejenis, sedangkan kasein adalah protein susu. Pada orang sehat, mengonsumsi gluten dan kasein tidak akan menyebabkan masalah yang serius/memicu timbulnya gejala. Pada umumnya, diet ini tidak sulit dilaksanakan karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi yang tidak mengandung gluten. Beberapa contoh resep masakan yang terdapat pada situs Autis.info ini diutamakan pada menu diet tanpa gluten dan tanpa kasein. Bila anak ternyata ada gangguan lain, maka tinggal menyesuaikan resep masakan tersebut dengan mengganti bahan makanan yang dianjurkan. Perbaikan/penurunan gejala autisme dengan diet khusus biasanya dapat dilihat dalam waktu antara 1-3 minggu. Apabila setelah beberapa bulan menjalankan diet tersebut tidak ada kemajuan, berarti diet tersebut tidak cocok dan anak dapat diberi makanan seperti sebelumnya.

Makanan yang harus dihindari adalah :

  • Makanan yang mengandung gluten, yaitu makann yang dibuat dari terigu, havermuth dan oat misalnya roti, mie, cake, biskuit, kue kering, pizza, macaroni, spagethi dan lain – lain yang dibuat dari terigu.
  • Produk – produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, berbagai macam saus, serta lada bubuk.
  • Makanan sumber kasein yaitu susu atau hasil olahan lain misalnya es krim, keju, mentega, yogurt dan makanan yang mengandung susu.
  • Daging, ikan, ayam yang diawetkan atau diolah seperti sosis, kornet, nugget, sarden, hotdog, daging asap dan sebagainya.
  • Buah dan sayur yang diawetkan dalam kaleng atau yang dikeringkan seperti kismis.

Makanan yang dianjurkan adalah :

  • Makanan sumber karbohidrat yang tidak mengandung gluten, misalnya beras, singkong, ubi, jagung, tepung beras, tapioca, maizena, bihun, soun.
  • Makanan sumber protein tetapi tidak mengandung kasein, misalnya susu kedelai, daging dan ikan segar (tanpa diawetkan), unggas, telur, kacang hijau, kacang merah, udang, cumi, kacang mede, dan kacang – kacangan lainnya.
  • Sayuran segar seperti bayam, brokoli, labu siam, kangkung, wortel, timun, tomat.
  • Buah – buahan segar seperti apel, anggur, papaya, mangga, jambu, pisang, jeruk dll.

Leave a comment »

Gejala Autis

Gejala anak yang autis adalah :

  1. Defisit berbicara dan penggunaan bahasa : tidak bisa bicara, terlambat bicara dan bicara terhenti.
  2. Abnormalitas sensorik : ketidaknormalan pada fungsi mulut, peraba, pendengaran dan penglihatan kabur.
  3. Masalah motorik : adanya gangguan pada fungsi organ seperti tangan, kaki, tungkai kaki atau biasanya sulit berjalan.
  4. Kelemahan kognitif :  kurangnya konsentrasi dan perhatian, gampang beralih objek.
  5. Perilaku yang tidak biasa : suka melukai dirinya sendiri, menangis tanpa sebab, melamun dan kesulitan tidur.
  6. Gangguan psikiatrik : malu dan sulit bersosialisasi atau bergaul dengan teman sebaya.
  7. Masalah fisik : sulit mengunyah atau menelan, alergi, nafsu makan berkurang.

Faktor penyebab autisme multifaktor, kemungkinan besar dasarnya adalah :

  • Kerentanan genetik (Genetic Susceptibility/Vulnerability)
  • Infeksi (rubella, cytomegalovirus) saat masih dalam kandungan.
  • Bahan-bahan kimia seperti zat pengawet makanan, pewarna, perasa makanan & berbagai fastfood
  • Bahan polutan seperti timbal/ timah hitam yang banyak ditemui sebagai akibat pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor
  • Bahan merkuri/ air raksa (yang ditemukan pada ikan-ikan hasil tangkapan)

Sumber : rumah autis.blogspot

Leave a comment »

Tingkatan Retardasi Mental

Tingkatan Retardasi Mental

Tingkat Kisaran IQ Kemampuan Usia Prasekolah
(sejak lahir-5 tahun)
Kemampuan Usia Sekolah
(6-20 tahun)
Kemampuan Masa Dewasa
(21 tahun keatas)
Ringan 52-68
  • Bisa membangun kemampuan sosial & komunikasi
  • Koordinasi otot sedikit terganggu
  • Seringkali tidak terdiagnosis
  • Bisa mempelajari pelajaran kelas 6 pada akhir usia belasan tahun
  • Bisa dibimbing ke arah pergaulan sosial
  • Bisa dididik
  • Biasanya bisa mencapai kemampuan kerja & bersosialisasi yg cukup, tetapi ketika mengalami stres sosial ataupun ekonomi, memerlukan bantuan
Moderat 36-51
  • Bisa berbicara & belajar berkomunikasi
  • Kesadaran sosial kurang
  • Koordinasi otot cukup
  • Bisa mempelajari beberapa kemampuan sosial & pekerjaan
  • Bisa belajar bepergian sendiri di tempat-tempat yg dikenalnya dengan baik
  • Bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan melakukan pekerjaan yg tidak terlatih atau semi terlatih dibawah pengawasan
  • Memerlukan pengawasan & bimbingan ketika mengalami stres sosial maupun ekonomi yg ringan
  • Bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan melakukan pekerjaan yg tidak terlatih atau semi terlatih dibawah pengawasan
  • Memerlukan pengawasan & bimbingan ketika mengalami stres sosial maupun ekonomi yg ringan
Berat 20-35
  • Bisa mengucapkan beberapa kata
  • Mampu mempelajari kemampuan untuk menolong diri sendiri
  • Tidak memiliki kemampuan ekspresif atau hanya sedikit
  • Koordinasi otot jelek
  • Bisa berbicara atau belajar berkomunikasi
  • Bisa mempelajari kebiasaan hidup sehat yg sederhana
  • Bisa memelihara diri sendiri dibawah pengawasan
  • Dapat melakukan beberapa kemampuan perlindungan diri dalam lingkungan yg terkendali
  • Bisa memelihara diri sendiri dibawah pengawasan
  • Dapat melakukan beberapa kemampuan perlindungan diri dalam lingkungan yg terkendali
Sangat berat 19 atau kurang
  • Sangat terbelakang
  • Koordinasi ototnya sedikit sekali
  • Mungkin memerlukan perawatan khusus
  • Memiliki beberapa koordinasi otot
  • Kemungkinan tidak dapat berjalan atau berbicara
  • Memiliki beberapa koordinasi otot & berbicara
  • Bisa merawat diri tetapi sangat terbatas
  • Memerlukan perawatan khusus

Anak dengan MR ringan (IQ 52-68) bisa mencapai kemampuan membaca sampai kelas 4-6. Meskipun memiliki kesulitan membaca, tetapi mereka dapat mempelajari kemampuan pendidikan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka memerlukan pengawasan dan bimbingan serta pendidikan dan pelatihan khusus.
Biasanya tidak ditemukan kelainan fisik, tetapi mereka bisa menderita epilepsi.
Mereka seringkali tidak dewasa dan kapasitas perkembangan interaksi sosialnya kurang.
Mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru dan mungkin memiliki penilaian yang buruk.
Mereka jarang melakukan penyerangan yang serius, tetapi bisa melakukan kejahatan impulsif.

Anak-anak dengan MR moderat (IQ 36-51) jelas mengalami kelambatan dalam belajar berbicara dan keterlambatan dalam mencapai tingkat perkembangan lainnya (misalnya duduk dan berbicara). Dengan latihan dan dukungan dari lingkungannya, mereka dapat hidup dengan tingkat kemandirian tertentu.

Anak-anak dengan MR berat (IQ 20-35) dapat dilatih meskipun agak lebih susah dibandingkan dengan MR moderat.

Anak-anak dengan MR sangat berat (IQ 19 atau kurang) biasanya tidak dapat belajar berjalan, berbicara atau memahami.

Angka harapan hidup untuk anak-anak dengan MR mungkin lebih pendek, tergantung kepada penyebab dan beratnya MR. Biasanya, semakin berat MRnya maka semakin kecil angka harapan hidupnya.
sumber   : medicastore.com

Leave a comment »

Retardasi Mental

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit dan fren = jiwa) atau tuna mental.

Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

Hasil bagi intelegensi (IQ = “Intelligence Quotient”) bukanlah merupakan satu-satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. Sebagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.4,5
Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :2
1.  Retardasi mental berat sekali
IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
2. Retardasi mental berat
IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental.
3. Retardasi mental sedang
IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena retardasi mental.
4. Retardasi mental ringan
IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari orang yang terkena retardasi mental.

Pada umunya anak-anak dengan retardasi mental ringan tidak dikenali sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah.

Sumber   : medicastore.com

Leave a comment »

Manfaat Air Putih

Kita dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih minimal 8 – 10 gelas perhari. Sebab air putih memiliki banyak manfaat. Semakin banyak kita malakukan aktifitas, air yang ada di dalam tubuh kita semakin banyak terkuras, terutama orang yang tinggal di daerah tropis, yang banyak mengeluarkan energi. Bagi yang bekerja di ruang AC juga menuntut kita untuk banyak meminum air putih walaupun kita tidak haus. Sebab diruangan AC akan cepat membuat kita dehidrasi. Dimana kalau kita lebih banyak minum, kulit kita tidak cepat kering. Air putih juga bersifat menghanyutkan kotoran – kotoran yang ada di dalam tubuh cepat keluar dan membantu memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Meminum air putih pada saat bangun pagi sangat bagus untuk metabolisme kita. Selain itu, air putih juga tepat untuk menurunkan berat badan, dengan cara minum air putih kurang lebih 2 liter perhari.

Selain manfaat yang telah disebutkan diatas ternyata air putih juga dapat menyembuhkan penyakit, dengan melakukan terapi air putih atau meminumnya secara rutin dapat menyembuhkan penyakit antara lain :

  1. Sakit kepala, tekanan darah tinggi, rasa nyeri pada otot, dada berdebar, kaki tangan lemas.
  2. Batuk, asma, infeksi saluran nafas, TBC.
  3. Gangguan hati, penyakit ginjal.
  4. Disentri, susah buang air besar, wasir.
  5. Haid tidak teratur, keputihan, kanker payudara dan kanker rahim.
  6. Penyakit pada hidung dan tenggorokan.

Comments (1) »