Mendeteksi Perilaku Anak ADHD

Ada beberapa ciri khusus yang dapat orang tua deteksi perilaku hiperaktif pada anak di setiap fase perkembangannya.yaitu:

  • Pada masa balita perilaku Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) belum dapat diprediksi / terdeteksi secara nyata, tetapi apabila anak menunjukan tingkah laku gelisah dalam melakukan suatu aktifitas tertentu maka orangtua harus bisa memberikan perhatian serius.
  • Pada masa pra sekolah, biasanya mulai tampak, misalnya bila anak tidak mampu mengerjakan tugas yang ringan, tidak dapat bergaul dengan teman sebayanya atau bersikap acuh tak acuh pada lingkungannya.
  • Pada masa sekolah, jika anak tidak mendapatkan perhatian serius maka defisiensi yang di derita anak akan bertambah sehingga kondisinya bisa lebih parah dari masa sebelumnya. Langkah terbaik untuk masa ini adalah anak perlu diperhatikan kondisi emosinya seawal mungkin oleh orang tua sebelum masuk sekolah.
  • Jika pada tiga fase sebelumnya tidak diperhatikan secara serius, maka pada masa remaja awal (SMP) anak yang menderita ADHD tidak dapat berhasil di sekolahnya. Kondisi ini yang menyebabkan remaja tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke sekolah yang lebih tinggi. Alasannya  karena prestasi belajar anak ADHD yang sangat rendah. Kondisi ini disebabkan karena anah ADHD mengalami deficit dalam perhatian.
  • Pada masa dewasa dewasa seorang yang masih menderita ADHD mengalami masalah dalam hubungan interpersonal seperti, kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain, tidak percaya diri, tidak mempunyai konsep diri yang jelas, selalu tampak depresi atau stress, memiliki perilaku anti sosial, dan selalu merasa tidak mantap dengan tugasnya atau pekerjaannya. Jadi ADHD yang tidak teratasi akan terbawa sampai masa dewasa.

Orang tua dalam membentuk emosi anak adalah sedini mungkin mencoba membimbing anak dalam berbagai aktivitas hidupnya. Belajar menenangkan anak untuk bisa memusatkan perhatiannya sedini mungkin menjadi penting, karena akan berpengaruh secara tidak langsung pada perkembangan prestasi anak di sekolah. Keterampilan khusus yang dimiliki orang tua dalam mengatur emosi anak sejak dini itu akan mematangkan emosinya pada waktu sekolah nantinya. Keterampilan-keterampilan yang diajarkan oleh orang tua pada waktu kecil juga akan memungkinkan seorang anak bisa bersikap penuh perhatian terhadap isyarat-isyarat sosial pada perkembangan kepribadiannya. Dengan kata lain, keseriusan orang tua dalam mendeteksi dan menanggapi secara baik setiap emosi yang dimunculkan anak pada masa kecil, akan membantu anak pada proses perkembangan kepribadian anak selanjutnya.

Sumber  : sekolahindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: